Selasa, 26 Maret 2013

Cara mengenal gejala, penyebab dan cara pengobatan penyakit alergi


ALERGI

GEJALA
Gatal dan merah dikulit,bersin-bersin,mata berair,serta hidung meler  adalah semua gejala alergi yang munculnya bisa berbeda pada setiap orang. Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap senyawa asing biasanya tidak berbahaya. Pemicu alergi sangat bervariasi diantaranya debu,serbuk sari,obat, makanan,gigitan serangga, rambut binatang, virus,atau bakteri.

CARA PENGOBATAN
Biasanya alergi tidak dapat disembuhkan dengan obat . obat dapat mengurangi gejala yang timbul.yang paling ideal adalah mengetahui dengan persis pemicu alergi dan menghindarinya. Namun hal ini tidak dapat selalu dicapai. Oleh karena itu, kita perlu memilih obat yang tepat untuk meredahkan  gejala yang di timbulkan alergi dengan tepat.
Jika reaksi yang ditimbulkan oleh alergi cukup parah  spt kondisi yang semakin memburuk dengan cepat , sulit bernafas , ruam yang sangat luas , atau tidak sadarkan diri maka sebaiknya segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.
Reaksi alergi yang ringan biasanya diatasi dengan obat yang mengandung loratadin , cetirizine, atau fexofenadine. Obat tersebut adalah anti alergi yang tidak menyebabkan kantuk dan bisa digunakan untuk jangka panjang. Loratadin dan cetirizine dimakan sehari sekali dan bisa bertahan sampai 24 jam. Cetirizine tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Dosis loratadin:
ü  Anak 2 - 6 tahun : 5mg/hr
ü  Anak diatas 6 thn dan dewasa : 10mg/hr
Reaksi alergi yang timbul dikulit biasanya diatasi dengan mengoleskan cream  yang mengandung hydrocortisone. Ruam yang kecil biasanya diatasi dengan kompres dingin atau es untuk mengurangi gatal.

PENYABAB
            Mengidentifikasi pemicu alergi adalah bagian yang sangat penting bagi penderita alergi. Pemicu alergi yang umum diantaranya:
v  Makanan : kacang, strobery, kerang, udang, produk olahan susu, dan gandum.
v  Pemicu alergi makan pada bayi : susu, telur, kacang, kedelei.


v  Obat dan vaksin: penicillin , amoxicillin, aspirin, ibuprofen, iodine, anestesi umum & local, karet latex(mis, sarung tangan ), debu ,serbuk sari bunga, rambut binatang, tumbuhan poison ivy, sabun, pewarnaan rambut, dan tinta tato.
v  Serangga : gigitan lebah, semut berapi.
v  Luka ringan ,cuaca/suhu, olahraga, stress, emosi berlebihan .
v  Orang dengan kondisi medis tertentu berkemungkinan lebih besar memiliki alergi. Kondisi tersebut antara lain; pernah mengalami reaksi alergi yang parah, asma, polip dihidung, sering mengalami infeksi di hidung, telinga,  atau saluran nafas, memiliki kulit yang sensitive terutama penderita eksem.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar